Pages

Senin, 12 Maret 2012

�

..:: HO NAMA DI AU ::..

Julius Sitanggang


 *
Holong ni rohangki
Ndang na hasuhatan be
Bagas ni holongki
Sotartodo hasian….

**
Ho do hasian…
Na manggohi rohangki
Marbunga holongki
Alani parange mi


Reff:
Ho na ma ito hasian…
Ho na ma di au haholonganku…
Tung so loasonhu ho lao manadinghon au

Ho na ma ito hasian…
Ho na ma di au haholonganku…
Tung so loasonhu ho lao manadinghon au, hasian…

Back to :  **

Senin, 05 Maret 2012

�

Ular berkaki ditemukan di Cina


Ular Berkaki
14 September 2009, Mrs Dean Qiongxiu, 66 tahun menemukan seekor ular sedang bergelantungan di dinding kamar tidurnya pada tengah malam buta. Anehnya ular ini bergelantungan dengan menggunakan cakar kakinya.





"Aku terbangun dan mendengar suara aneh seperti suara garukan. Aku menyalakan lampu dan melihat monster ini sedang merayap di dinding dengan kakinya," Kata Mrs Duan yang berasal dari Suining, Cina Selatan.



Mrs Duan berkata bahwa ia begitu ketakutannya sehingga secara reflek ia mengambil sepatunya dan memukul ular itu hingga mati. Lalu ia mengambil bangkainya dan mengawetkannya di dalam sebuah botol.


Ular sepanjang 16 inci itu juga memiliki jari-jari kecil. Saat ini, makhluk itu sedang diteliti oleh Life Sciences Department di China West Normal University di Nanchang.


Seorang ahli ular bernama Long Shuai ketika dimintai pendapatnya mengatakan: "Ini sangat mengejutkan, namun kami tidak akan mengetahui penyebab keanehan ini sebelum mengadakan otopsi."


Mutasi genetika yang umumnya terjadi pada ular adalah tumbuhnya kepala kedua yang muncul dengan proses yang sama seperti kembar siam pada manusia.

Minggu, 04 Maret 2012

�

Sekilas Penjelasan Tentang Layers Photoshop

 Layers Photoshop

Dalam Tutorial ini akan dijelaskan apa yang dimaksud layer atau layers, dalam Photoshop. Layers merupakan lapisan yang berfungsi sebagai tempat objek, diibaratkan sebagai kanvas...

Dengan adanya Layers, memungkinkan Anda untuk mengedit sebuah objek tanpa mengganggu objek yang lain Sebagai contoh, jika Anda sedang mengedit gambar 1 maka gambar 2 tidak akan terpengaruh.

Anda dapat mengatur komposisi layers dengan cara mengubah atribut dan urutan layers. Sebagai tambahan, corak
khusus seperti adjustment layers, fill layers, dan layers style dapat diterapkan untuk memberikan efek khusus pada layers
tersebut Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah.
photoshop dasar

Layers berisi satu objek sehingga masing-masing objek dapat diedit tanpa mempengaruhi objek yang lain.
Ketika Anda memberikan efek tertentu (layer style) pada sebuah layer, maka Anda dapat menduplikasi layer style ke
layer yang lain dengan corak dan bentuk yang sama.
photoshop dasar

Tutorial Photoshop by. Parbada Ilmu
Terima kasih semoga bermanfaat...

Kamis, 01 Maret 2012

�

Gallery Benteng Otanaha


                                                               Benteng Otanaha merupakan objek wisata yang terletak di atas bukit di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Benteng ini dibangun sekitar tahun 1522. Benteng Otanaha terletak di atas sebuah bukit, dan memiliki 4 buah tempat persinggahan dan 348 buah anak tangga ke puncak sampai ke lokasi benteng.

Jumlah anak tangga tidak sama untuk setiap persinggahan. Dari dasar ke tempat persinggahan I terdapat 52 anak tangga, ke persinggahan II terdapat 83 anak tangga, ke persinggahan III terdapat 53 anak tangga, dan ke persinggahan IV memiliki 89 anak tangga. Sementara ke area benteng terdapat 71 anak tangga, sehingga jumlah keseluruhan anak tangga yaitu 348.


Sejarah pembangunan Benteng
Pada sekitar abad ke 15 daratan gorontalo diduga masih sebagian besar diliputi oleh air laut. Ketika itu wilayah gorontalo sudah berbentuk kerajaan dibawah pimpinan raja ilato (matolodulakiki) bersama permaisurinya tolangohula (1505-1585). Keturunan mereka terdiri dari tiga orang anak, masing-masing, Ndoba (wanita), Tiliaya (wanita), dan Naha (pria).

Sewaktu berusia remaja, Naha pergi melanglang buana, sementara itu Ndoba dan Tiliaya tetap tinggal di wilayah kerajaan. Suatu ketika sebuah kapal layar Portugis singgah di Pelabuhan Gorontalo. Karena kehabisan bahan makanan, pengaruh cuaca buruk, dan gangguan bajak laut. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para nahkoda Portugis untuk bertemu dengan Raja Ilato yang merupakan penguasa Kerajaan Gorontalo.

Pertemuan tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan, bahwa untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negeri, akan dibangun atau didirikan tiga buah benteng di atas perbukitan Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat yang sekarang ini, yakni pada tahun 1525.

Ternyata, para nakhoda Portugis hanya memperalat Pasukan Ndoba dan Tiliaya ketika akan mengusir bajak laut yang sering menggangu nelayan di pantai. Seluruh rakyat dan pasukan Ndoba dan Tiliaya yang diperkuat para Apitalawo (kapten laut) masing-masing Apitalawo Lakoro, Apitalawo Laguna, Apitalawo Lakandjo, dan Apitalawo Djailani, bangkit dan mendesak bangsa Portugis untuk segera meninggalkan daratan Gorontalo. Para nakhkoda Portugis langsung meninggalkan Pelabuhan Gorontalo.

Pada tahun 1585, Naha kembali dari perantauan dan menemukan ketiga benteng. Ketika itu Naha memperistri seorang wanita bernama Ohihiya. Dari pasangan suami istri ini lahirlah dua orang putra yaitu Paha (Pahu), dan Limonu. Ketika terjadi perang melawan Hemuto (pimpinan rombongan transmigrasi), melalui jalur utara. Naha dan Pahu gugur melawan hemuto. Limonu menuntut balas atas kematian ayah dan kakaknya, dan berhasil membunuh dalam sebuah peperangan.Selama dalam peperangan, naha, ohihiya, pahu, dan limonu telah memanfaatkan ketiga benteng tersebut sebagai pusat kekuatan pertahanan sehingga dengan latar belakang ini, ketiga benteng ini diabadikan sebagai berikut.


 
1.    Otanaha : Ota  berarti benteng, dan Naha berarti orang yang menemukan benteng tersebut. Jadi Otanaha berarti benteng yang ditemukan oleh Naha.

Benteng Otanaha 
2.  Otahiya : Ota berarti benteng, dan Hiya akronim dari Ohihiya (isteri Naha). Jadi Otahihiya yaitu benteng milik Ohihiya.
Benteng Otahiya
3. Ulupahu : Ulu akronim dari kata Uwole (milik dari Pahu), dan Pahu, Pahu adalah putera Naha. Jadi Ulupahu berarti benteng milik Pahu (Paha) Putra Naha.

 Benteng Ulupahu
�

Candi Muara Takus Sumatera

Candi Muara Takus


Candi Muara Takus terletak di desa Muara Takus, Kecamatan Tigabelas Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Jaraknya dari Pekanbaru, Ibukota Propinsi Riau, sekitar 128 Km. Perjalanan menuju Desa Muara Takus hanya dapat dilakukan melalui jalan darat yaitu dari Pekanbaru ke arah Bukittinggi sampai di Muara Mahat. Dari Muara Mahat melalui jalan kecil menuju ke Desa Muara Takus. Kompleks Candi Muara Takus, satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Candi bernuansa Buddhistis ini merupakan bukti bahwa agama Budha pernah berkembang di kawasan ini. Kendatipun demikian, para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan.
Ada dua pendapat mengenai nama Muara Takus. Yang pertama mengatakan bahwa nam tersebut diambil dari nama sebuah anak sungai kecil bernama Takus yang bermuara ke Sungai Kampar Kanan. Pendapat lain mengatakan bahwa Muara Takus terdiri dari dua kata, yaitu “Muara” dan “Takus”. Kata “Muara” mempunyai pengertian yang sudah jelas, yaitu suatu tempat sebuah sungai mengakhiri alirannya ke laut atau ke sungai yang lebih besar, sedangkan kata “Takus” berasal dari bahasa Cina, Ta berarti besarr, Ku berarti tua, dan Se berarti candi atau kuil. Jadi arti keseluruhan kata Muara Takus adalah candi tua yang besar, yang terletak di muara sungai.

Candi Muara Takus merupakan candi Buddha, terlihat dari adanya stupa, yang merupakan lambang Buddha Gautama. Ada pendapat yang mengatakan bahwa candi ini merupakan campuran dari bentuk candi Buddha dan Syiwa. Pendapat tersebut didasarkan pada bentuk bentuk Candi Mahligai, salah satu bangunan di kompleks Candi Muara takus, yang menyerupai bentuk lingga (kelamin laki-laki) dan yoni (kelamin perempuan). Arsitektur candi ini juga mempunyai kemiripan dengan arsitektur candi-candi di Myanmar. Candi Muara Takus merupakan sebuah kompleks yang terdiri atas beberapa bangunan.

Bangunan yang utama adalah yang disebut Candi Tuo. Candi ini berukuran 32,80 m x 21,80 m dan merupakan candi bangunan terbesar di antara bangunan yang ada. Letaknya di sebelah utara Candi Bungsu. Pada sisi sebelah timur dan barat terdapat tangga, yang menurut perkiraan aslinya dihiasi stupa, sedangkan pada bagian bawah dihiasi patung singa dalam posisi duduk. Bangunan ini mempunyai sisi 36 buah dan terdiri dari bagian kaki I, kaki II, tubuh dan puncak. Bagian puncaknya telah rusak dan batu-batunya telah banyak yang hilang.
Candi Tuo dibangun dari campuran batu bata yang dicetak dan batu pasir (tuff). Pemugaran Candi Tuo dilaksanakan secara bertahap akibat keterbatasan anggaran yang tersedia. Pada tahun 1990, selesai dikerjakan bagian kaki I di sisi timur. Selama tahun anggaran 1992/1993 pemugaran dilanjutkan dengan bagian sisi sebelah barat (kaki I dan II). Volume bangunan keseluruhan mencapai 2.235 m3, terdiri dari : kaki: 2.028 m3, tubuh: 150 m3, dan puncak: 57 m3. Tinggi bangunan mencapai 8,50 m.



Bangunan kedua dinamakan Candi Mahligai. Bangunan ini berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 10,44 m x 10,60 m. Tingginya sampai ke puncak 14,30 m berdiri diatas pondamen segi delapan (astakoma) dan bersisikan sebanyak 28 buah. Pada alasnya terdapat teratai berganda dan di tengahnya menjulang sebuah menara yang bentuknya mirip phallus (yoni).
Pada tahun 1860, seorang arkeolog Belanda bernama Cornel de Groot berkunjung ke Muara Takus. Pada waktu itu di setiap sisi ia masih menemukan patung singa dalam posisi duduk. Saat ini patung-patung tersebut sudah tidak ada bekasnya. Di sebelah timur, terdapat teras bujur sangkar dengan ukuran 5,10 x 5,10 m dengan tangga di bagian depannya. Volume bangunan Candi Mahligai 423,20 m3 yang terdiri dari volume bagian kaki 275,3 m3, tubuh 66,6 m3 dan puncak 81,3 m3. Candi Mahligai mulai dipugar pada tahun 1978 dan selesai pada tahun 1983.
Bangunan ketiga disebut Candi Palangka, yang terletak 3,85 m sebelah timur Candi Mahligai. Bangunan ini terdiri dari batu bata merah yang tidak dicetak. Candi Palangka merupakan candi yang terkecil, relung-relung penyusunan batu tidak sama dengan dinding Candi Mahligai. Dulu sebelum dipugar bagian kakinya terbenam sekitar satu meter. Candi Palangka mulai dipugar pada tahun 1987 dan selesai pada tahun 1989. Pemugaran dilaksanakan hanya pada bagian kaki dan tubuh candi, karena bagian puncaknya yang masih ditemukan pada tahun 1860 sudah tidak ada lagi. Di bagian sebelah utara terdapat tangga yang telah rusak, sehingga tidak dapat diketahui bentuk aslinya. Kaki candi berbentuk segi delapan dengan sudut banyak, berukuran panjang 6,60 m, lebar 5,85 m serta tingginya 1,45 m dari permukaan tanah dengan volume 52,9 m3.
 Bangunan keempat dinamakan Candi Bungsu. Candi Bungsu terletak di sebelah barat Candi Mahligai. Bangunannya terbuat dari dua jenis batu, yaitu batu pasir (tuff) terdapat pada bagian depan, sedangkan batu bata terdapat pada bagian belakang. Pemugaran candi ini dimulai tahun 1988 dan selesai dikerjakan tahun 1990. Melalu pemugaran tersebut candi ini dikembalikan ke bentuk aslinya, yaitu empat persegi panjang dengan ukuran 7,50 m x 16,28 m. Bagian puncak tidak dapat dipugar, karena tidak diketahui bentuk sebenarnya. Tinggi setelah dipugar 6,20 m dari permukaan tanah, dan volume nya 365,8 m3.
Menurut gambar yang dibuat oleh J.W. Yzerman bersama-sama dengan TH. A.F. Delprat dan Opziter (Sinder) H.L. Leijdie Melvile, di atas bangunan yang terbuat dari bata merah terdapat 8 buah stupa kecil yang mengelilingi sebuah stupa besar. Di atas bangunan yang terbuat dari batu pasir (tuff) terdapat sebuah tupa besar. Di bagian sebelah timur terdapat sebuah tangga yang terbuat dari batu pasir.
Selain bangunan-bangunan tersebut di atas, di sebelah utara, atau tepat di depan gerbang Candi Tuo terdapat onggokan tanah yang mempunyai dua lobang. Tempat ini diperkirakan tempat pembakaran jenazah. Lobang yang satu untuk memasukkan jenazah dan yang satunya lagi untuk mengeluarkan abunya. Tempat pembakaran jenazah ini, termasuk dalam pemeliharaan karena berada dalam komplek percandian. Di dalam onggokan tanah tersebut terdapat batu-batu kerikil yang berasal dari sungai Kampar. Di di luar kompleks Candi Muara Takus, yaitu di beberapa tempat di sekitar Desa Muarata takus, juga diketemukan beberapa bangunan yang diduga masih erat kaitannya dengan candi ini.
Informasi
Candi Muara Takus terletak di desa Muara Takus, Kecamatan Tigabelas Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Jaraknya dari Pekanbaru, Ibukota Propinsi Riau, sekitar 128 Km. Kompleks Candi Muara Takus merupakan satu-satunya peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Provinsi Riau. Candi ini  bernuansa Buddhistis. Hal tersebut merupakan petunjuk  bahwa agama Budha pernah berkembang di kawasan ini.
 Candi Muara Takus merupakan sebuah kompleks yang terdiri atas beberapa bangunan.Candi Tuo merupakan bangunan terbesar dan konon juga tertua di komplek Candi Muara takus. Arsitektur candi ini juga mempunyai kemiripan dengan arsitektur candi-candi di Myanmar. Bangunan ini mempunyai sisi 36 buah dan terdiri dari bagian kaki I, kaki II, tubuh dan puncak. Bagian puncaknya telah rusak dan batu-batunya telah banyak yang hilang
Bangunan yang utama adalah yang disebut Candi Tuo. Candi ini berukuran 32,80 m x 21,80 m dan merupakan candi bangunan terbesar di antara bangunan yang ada. Letaknya di sebelah utara Candi Bungsu. Pada sisi sebelah timur dan barat terdapat tangga, yang menurut perkiraan aslinya dihiasi stupa, sedangkan pada bagian bawah dihiasi patung singa dalam posisi duduk. Bangunan ini mempunyai sisi 36 buah dan terdiri dari bagian kaki I, kaki II, tubuh dan puncak. Bagian puncaknya telah rusak dan batu-batunya telah banyak yang hilang
Bangunan kedua dinamakan Candi Mahligai. Bangunan ini berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 10,44 m x 10,60 m. Tingginya sampai ke puncak 14,30 m berdiri diatas pondamen segi delapan (astakoma) dan bersisikan sebanyak 28 buah. Pada alasnya terdapat teratai berganda dan di tengahnya  menjulang sebuah menara yang bentuknya mirip phallus (yoni).  Bentuk menara ini menimbulkan pendapat bahwa arsitektur Candi Muara Takus merupakan campuran arsitektur Buddha dan Syiwa
Kaki Candi Mahligai terbuat  dari batu bata merah yang tidak dicetak. Bentuknya  bersudut banyak dengan volume  275,3 m3.
Candi Palangka dibangun dari batu bata merah yang tidak dicetak. Saat ini hanya tinggal kaki candi yang tersisa. Dulu sebelum dipugar bagian kakinya terbenam sekitar satu meter. Di bagian sebelah utara terdapat tangga yang telah rusak, sehingga tidak dapat diketahui bentuk aslinya.
Kaki candi berbentuk segi delapan dengan sudut banyak, berukuran panjang 6,60 m, lebar 5,85 m serta tingginya 1,45 m dari permukaan tanah dengan volume 52,9 m3. Susunan batu bata dan relung-relung penyusunan batu tidak sama dengan dinding Candi Mahligai
Candi Bungsu terletak di sebelah barat Candi Mahligai. Bangunannya terbuat dari dua jenis batu, yaitu batu pasir (tuff) terdapat pada bagian depan, sedangkan batu bata terdapat pada bagian belakang.  Menurut gambar yang dibuat oleh J.W. Yzerman bersama-sama dengan  TH. A.F. Delprat dan Opziter (Sinder) H.L. Leijdie Melvile, di atas bangunan yang terbuat dari bata merah terdapat 8 buah stupa kecil yang mengelilingi sebuah stupa besar. Di atas bangunan yang terbuat dari batu pasir (tuff) terdapat sebuah tupa besar. Di bagian sebelah timur terdapat sebuah tangga yang terbuat dari batu pasir
Bangunannya Candi Bungsu  terbuat dari dua jenis batu, yaitu batu pasir (tuff) terdapat pada bagian depan, sedangkan batu bata terdapat pada bagian belakang.   dalam gambar tampak sambungan antara bagian yang terbuat dari batu pasir dan yang terbuat dari batu bata
�

Gallery : Air Terjun Moramo

Air Terjun Moramo

Air Tejun Moramo 7 Tingkat

Air Tejun Moramo 7 Tingkat
Air Terjun Moramo terletak Kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara atau tepatnya di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo.
Sejuk ,tentram dan menakjubkan , itulah kesan pertama di kawasan air terjun ini.
Dari ketinggian 100 meter Air Terjun Moramo mengalir tujuh tingkat utama sehingga termasuk kategori air terjun bertingkat (cascade) yang ter indah. Di samping 7 tingkatan utama tersebut, terdapat juga 60 tingkatan kecil yang tampak seperti kolam kecil tempat peristirahatan air yang mengalir tersebut. dan pada tingkatan terakhir inilah tempat yang sangat sempurna untuk permandian.Sambil mandi ditemani habitat penghuni alam ini yaitu beraneka burung, kupu-kupu yang berwarna-warni, dan berbagai satwa lainnya. yang keindahannya diringi bunyi semilir air terjun , kicauan burung yang bersahutan dan berpadu dengan tarian kupu-kupu beraneka warna-warni.

Permandian Air Terjun pada tingkat terakhir

Permandian Air Terjun pada tingkat terakhir
Menuju tingkat pertama melalui batuan yang bertingkat seakan akan anak tangga yang dihampari permadani air yang sangat jernih.
Bagi yang tidak buta warna , dapat melihat pesona alam yang sangat menakjubkan yaitu ketika sinar matahari terpantul dari bebatuan memancarkan sinar pelangi yang didominasi warna sinar kehiajau kebiru-biruan, dan seakan menari nari berbenturan buih air yang mengalir.
Di kawasan air terjun ini, terdapat potensi kekayaan batu alam berupa marmer yang sangat besar dan  merupakan salah satu sumber cadangan marmer terbesar di dunia.

Merjalan Kaki menuju Air Terjun Moramo

Merjalan Kaki menuju Air Terjun Moramo
Kawasan ini berjarak 65 Kilometer dari Kendari ,dapat ditempuh denga kendaraan darat atau langsung dari Bandara Monginsidi (yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan). ke Desa Sumber Sari dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sepanjang 2 KM.
Kawasan ini dilengkapi pondok di dalam areal air terjun itu guna melepas lelah.


Note :  I Love You Full INDONESIA
�

Format Font HTML

Tag <font> termasuk salah satu (Deprecated tags) dimana saat ini sudah jarang digunakan karena sudah ada alternatif pengganti yang lebih baik untuk tag tersebut. Untuk Tag <font> sebagai gantinya digunakan atribut style atau CSS. Untuk penjelasan singkat tentang CSS ini bisa di baca di Belajar CSS.
Pada tulisan sebelumnya tentang Belajar HTML dengan topik Format Font HTML telah dibuat beberapa contoh format font dengan menggunakan tag <font>. Di tutorial HTML ini kita akan melupakan tag tersebut dan beralih menggunakan atribut style.
Untuk mengganti jenis font digunakan properti font-family:

<p style="font-family:Georgia">Tulisan dengan font-family Georgia</p>
 
Hasil:
Tulisan dengan font-family Georgia
Untuk melakukan eksperimen lebih lanjut anda bisa mengganti jenis font-nya dengan font-font yang bisa dilihat di Jenis-jenis Font Family untuk CSS
Untuk membuat tulisan miring digunakan properti font-style:

<p style="font-style:italic">Membuat tulisan miring</p>
 
Hasil:
Membuat tulisan miring
Untuk membuat tulisan tebal digunakan properti font-weight:
<p style="font-weight:bold">Membuat tulisan tebal</p>
Hasil:
Membuat tulisan tebal
Untuk mengatur ukuran font digunakan properti font-size:

<p style="font-size:16px">Tulisan dengan ukuran font 16px</p>
 
Hasil:
Tulisan dengan ukuran font 16px
Untuk pengaturan ukuran font-size dapat menggunakan satuan px, em, % atau pt. Kode HTML berikut akan menghasilkan ukuran font yang sama.
<p style="font-size:16px">Tulisan dengan ukuran 16px</p>
<p style="font-size:100%">Tulisan dengan ukuran 100%</p>
<p style="font-size:1em">Tulisan dengan ukuran 1em</p>
<p style="font-size:12pt">Tulisan dengan ukuran 12pt</p>
Hasil:
Tulisan dengan ukuran 16px
Tulisan dengan ukuran 100%
Tulisan dengan ukuran 1em
Tulisan dengan ukuran 12pt
Untuk membuat warna font digunakan properti color:

<p style="color:blue">Tulisan ini akan berwarna biru</p>
 
Hasil:
Tulisan ini akan berwarna biru
Untuk kode warna bisa menggunakan nilai RGB, Hexadecimal atau Nama Warna. Kode HTML berikut akan menghasilkan warna tulisan yang sama.
<p style="color:rgb(0,128,0)">Membuat warna tulisan dengan Nilai RGB</p>
<p style="color:#008000">Membuat warna tulisan dengan Kode Hexadecimal</p>
<p style="color:green">Membuat warna tulisan dengan Nama Warna</p>
Hasil:
Membuat warna tulisan dengan Nilai RGB
Membuat warna tulisan dengan Kode Hexadecimal
Membuat warna tulisan dengan Nama Warna
Ikuti link berikut untuk melihat Kode Hexadecimal dan Nama Warna atau gunakan tool kode warna untuk melihat nilai RGB.
Atribut style dapat memiliki beberapa properti dengan dibatasi oleh tanda titik koma.
<p style="font-family:Georgia;font-size:16px;font-weight:bold;">Contoh tulisan dengan font-family, font-size dan font-weight</p>
Hasil:
Contoh tulisan dengan font-family, font-size dan font-weight.
Kemudian style tersebut diatas dapat di persingkat dengan menggunakan properti font.

<p style="font:bold 16px Georgia">Contoh tulisan dengan properti font.</p>
 
 
 
 

© 2009 -Parbada ILMU | Blogger Template Designed by Choen | Using The 1KB Grid | Powered by Blogger